Artikel Dakwah

Dakwah Bil Qolam

Kategori: Artikel Dakwah, Artikel Kitabah | Dimuat pada: 27-10-2008 19:54:09 | 1 Komentar »

Oleh ASM. ROMLI

ISTILAH “Da’wah Bil Qolam” (DBQ) mungkin masih terasa asing di telinga banyak orang, tidak seperti istilah “Da’wah Bil Lisan” dan “Da’wah Bil Hal”. Penggunaan nama “Qolam” merujuk kepada firman Allah SWT, “Nun, perhatikanlah Al-Qalam dan apa yang dituliskannya” (QS. Al-Qolam:1). Maka, jadilah DBQ sebagai konsep “dakwah melalui pena”, yaitu dengan membuat tulisan di media.

Jurnalistik Aktivis Masjid, Why Not?

Kategori: Artikel Dakwah, Artikel Kitabah | Dimuat pada: 27-10-2008 19:53:12 | Tanpa komentar »

Oleh ASM. ROMLI

JURNALISTIK bukan monopoli wartawan. Ilmu dan teknik jurnalisti juga bisa –bahkan harus— dimiliki oleh aktivis masjid, mengingat masjid adalah sentral aktivitas keagamaan umat Islam. Sebagai sentral aktivitas, otomatis masjid merupakan sumber informasi atau sumber berita keagamaan dan keumatan.

Struktur Ilmu Tabligh

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 19-10-2008 00:03:29 | Tanpa komentar »

Oleh Enjang AS

Bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab dakwah, Sunnah Nabi sebagai penjelas kitab dakwah, dan produk ijtihad para waratsah al-anbiyâ, dipahami bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap muslim sebagai upaya transmisi, transformasi, difusi dan internalisasi ajaran Islam kepada umat manusia. Proses kerja dan karya besar manusia (dakwah) ini dalam implementasinya melibatkan unsur subyek (da’i), pesan (maudhû), metode (ushlûb), media (washîlah), dan obyek (mad’u) bertujuan untuk mewujudkan kehidupan individu dan kelompok yang adil, sejahtera, persaduaraan, kebersamaan, selamat dan bahagia dan memperoleh ridha Allah (Lebih lanjut Syukriadi Sambas yang menjelaskan bahwa sebutan al-Qur’an sebagai kitab dakwah mengikuti pendapat Abu al-A’la al-Mawdudi yang menerangkan bahwa: القرآن كتاب دعوة ومنهج حركة (Selanjutnya lihat Abu al-A’la al-Mawdudi, al-Mabâdi al-Asâsiyyah li Fahm al-Qurân, (Lohor: Dâr al-’Arubah li al-Da’wah al-Islâmiyyah, 1960, hlm. 34. Selain itu didasarkan pada pendapat Yusuf Musa, yang menjelaskan: “Kendatipun diturunkan dalam kalangan bangsa Arab dan dengan Bahasa Arab, al-Quran merupakan kitab dakwah yang ditujukan kepada segenap umat manusia, termasuk bangsa Arab dan non-Arab serta seluruh umat lainnya.” Selanjutnya lihat Yusuf Musa, Al-Quran dan Filsafat, terj. Al-Qurân wa al-falsafah, oleh Ahmad Daudy, (Jakarta: Bulan Bintang, 1988), hlm. 2. yang menjelaskan bahwa substansi “da’wah Islâmiyyah” bermakna juga sebagai sebagai “al-Risâlah al-Khâtimah” sebagai wahyu dari Allah yang termuat dalam al-Quran_.

Ulah Ngabérok Barudak

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 25-09-2008 15:51:07 | Tanpa komentar »


Ku Dr. KH. Asép Saépul Muhtadi

“ANAKING…” kitu ceuk Ibrahim ngagentraan budakna anu leutik kénéh. “Kuring kungsi ngimpi anu aya patalina jeung hidep,” pokna deui kalayan leuleuy tapi kebek ku ma’na.

Dari Senang Tidak Senang ke Baik Tidak Baik

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 24-09-2008 08:40:06 | Tanpa komentar »

Oleh AGUS AHMAD SAFEI

BANGKAI. Alangkah tidak mengenakkannya satu kata yang bernama bangkai ini. Ditilik dari sudut apa pun, bangkai hanya layak dibenamkan ke dasar bumi. Dalam pengertian apa pun—kualitatif maupun kuantitatif, hakiki maupun metafor—kata bangkai sama sekali tidak ada enaknya sama sekali.

Tabligh Dalam Sistem Dakwah (3)

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 20-09-2008 19:39:52 | Tanpa komentar »

Oleh Enjang AS

C. Prinsip Khithabah Menurut al-Qur’an

Prinsip khithabah yang dimaksud adalah prinsip-prinsip penyampaian pesan dalam khithabah atau komunikasi lisan (khithabah). Istilah komunikasi lisan atau khithabah dalam al-Qur’an sebagian besar diungkapkan dengan kataقال -ُنطق ـِ, dan كلم ـِ atau تكلم ـَ, kata قال dengan berbagai derivasinya diulang sebanyak 1722 kali, yang terdapat pada 141 ayat dalam 57 surat (Majma’ al-Lugah al-‘Arabiyah, Mu’jam al-Alfazh al-Qur`an al-Karim, (al-Haiah al-Misyriyyah li al-Ta`lif wa al-Nasyr, 1975), hal. 426-444)

Tabligh Dalam Sistem Dakwah (2)

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 20-09-2008 19:02:33 | Tanpa komentar »

Oleh Enjang AS

B. Hakikat Tabligh

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, diketahui bahwa bentuk dakwah terbagi pada empat, yaitu: (1) tabligh Islam, sebagai upaya penerangan dan penyebaran pesan (ajaran) Islam; (2) irsyad Islam, sebagai upaya bimbingan dan penyuluhan Islam; (3) tadbir Islam, sebagai upaya pemberdayaan ummat dalam menjalankan ajaran Islam melalui lembaga-lembaga dakwah; dan (4) tathwir Islam, sebagai upaya pemberdayaan kehidupan dan ekonomi keummatan.

Tabligh Dalam Sistem Dakwah (1)

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 17-09-2008 20:40:30 | Tanpa komentar »

Oleh Enjang AS

A. Pengantar

Dakwah sebagai sebuah realitas, eksistensinya tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun. Aktivitas dakwah pada hakikatnya sebagai proses penyelamatan umat manusia dari berbagai persoalan yang merugikan, karenanya kegiatan dakwah merupakan kerja dan karya besar manusia -baik secara individual maupun kelompok- yang dipersembahkan untuk Tuhan dan sesamanya dalam rangka menegakkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, menyuburkan persaudaraan dan kebersamaan, serta mencapai kebahagiaan baik di dunia kini maupun di akhirat kelak.

Menggagas Psikologi Dakwah

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 08-09-2008 20:40:15 | Tanpa komentar »

Dalam sebuah bait tulisannya Jalaluddin menguraikan sebuah cerita, pada suatu saat Anda mendatangi sebuah masjid untuk melaksanakan shalat jumat, kemudian ada seseorang berdiri di atas mimbar untuk berktutbah. Ia memakai “jeans” yang sudah lusuh, berambut gondrong dan kusut, memakai kalung hitang yang memakai gantulan tengkorak kecil, dan berjaket kulit warna hitam dengan lukisan apel merah yang besar. Anda pun melihat gelang yang terbuat dari akar bahar mengihiasi tangan kirinya yang kekar dan dijemari tangan terlihat batu akik beberapa biji. Lalu dalam khutbahnya ia mengutip ayat-ayat suci yang menjelaskan tentang pentingnya memelihara kebersihan moral dan menjauhi perbuatan tercela. Ia begitu serius menjelaskan makna ayat-ayat suci tersebut dalam khutbahnya. Besar dugaan saya, Anda tidak akan mempercayai pembicaraannya, bahkan Anda akan menganggapnya sebagai orang yang gila dan tersesat masuk mesjid lalu berbicara di atas mimbar.

Panduan Menemukan ‘Lailatul Qodar’

Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 08-09-2008 20:39:39 | Tanpa komentar »

Dalam rangka menyambut kehadiran Laylat Al-Qadr itu yang beliau ajarkan kepada umatnya, antara lain, adalah melakukan i’tikaf. Walaupun i’tikaf dapat dilakukan kapan saja dan dalam waktu berapa lama saja –bahkan dalam pandangan Imam Syafi’i, walaupun hanya sesaat selama dibarengi oleh niat yang suci– namun, Nabi Saw selalu melakukannya pada sepuluh hari dan malam terakhir bulan puasa. Di sanalah beliau bertadarus dan merenung sambil berdoa.