Kategori: Artikel Dakwah | Dimuat pada: 19-10-2008 00:03:29 | Tanpa komentar »
Oleh Enjang AS
Bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab dakwah, Sunnah Nabi sebagai penjelas kitab dakwah, dan produk ijtihad para waratsah al-anbiyâ, dipahami bahwa dakwah merupakan kewajiban setiap muslim sebagai upaya transmisi, transformasi, difusi dan internalisasi ajaran Islam kepada umat manusia. Proses kerja dan karya besar manusia (dakwah) ini dalam implementasinya melibatkan unsur subyek (da’i), pesan (maudhû), metode (ushlûb), media (washîlah), dan obyek (mad’u) bertujuan untuk mewujudkan kehidupan individu dan kelompok yang adil, sejahtera, persaduaraan, kebersamaan, selamat dan bahagia dan memperoleh ridha Allah (Lebih lanjut Syukriadi Sambas yang menjelaskan bahwa sebutan al-Qur’an sebagai kitab dakwah mengikuti pendapat Abu al-A’la al-Mawdudi yang menerangkan bahwa: القرآن كتاب دعوة ومنهج حركة (Selanjutnya lihat Abu al-A’la al-Mawdudi, al-Mabâdi al-Asâsiyyah li Fahm al-Qurân, (Lohor: Dâr al-’Arubah li al-Da’wah al-Islâmiyyah, 1960, hlm. 34. Selain itu didasarkan pada pendapat Yusuf Musa, yang menjelaskan: “Kendatipun diturunkan dalam kalangan bangsa Arab dan dengan Bahasa Arab, al-Quran merupakan kitab dakwah yang ditujukan kepada segenap umat manusia, termasuk bangsa Arab dan non-Arab serta seluruh umat lainnya.” Selanjutnya lihat Yusuf Musa, Al-Quran dan Filsafat, terj. Al-Qurân wa al-falsafah, oleh Ahmad Daudy, (Jakarta: Bulan Bintang, 1988), hlm. 2. yang menjelaskan bahwa substansi “da’wah Islâmiyyah” bermakna juga sebagai sebagai “al-Risâlah al-Khâtimah” sebagai wahyu dari Allah yang termuat dalam al-Quran_.