Metafora

Nuri dan Lebah

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 25-09-2008 16:23:22 | 1 Komentar »

Oleh LIA DJAMALIYAH

MADU adalah sesuatu yang sangat manis dan lebih harum dari pada gula. Dan adik-adik tahu siapa yang menghasilkan madu “Si lebah” dengan tubuhnya yang mungil dan kaki-kakinya yang kokoh. kali ini ada sebuah kisah persahabatan antara seekor lebah dengan seorang gadis kecil yang malang. Bagaimana lebah menghasilkan madu? seperti itulah gadis kecil yang malang memperoleh cita-citanya.

Singgasana Kardus

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 24-09-2008 08:17:49 | Tanpa komentar »

Sajak LIA DJAMALIYAH

Hamparan bunga-bunga kamboja
Telah bertaburan dalam nafasku
Sesak kuhirup udara kemerdekaan
Di tangan para abdi negara yang
Menjajakan keadilan dan kedamaian

Kidung Surau Tua

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 24-09-2008 08:10:29 | Tanpa komentar »

Oleh ANIF ARIFANI

Dinda, aku dengar sendu rindumu
direntang jarak lara
di mana kau bergayut
seperto saat ini, gerimis
kadang menanti
Purnama tak sinarkan lagi keindahan
sinar mengeluh perpeluh kabut, manja

Hujan di Awal Ramadhan

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 21-09-2008 03:27:32 | Tanpa komentar »

Sajak DHIPA GALUH PURBA

Kegerahan ini semakin membaur

ketika air liur kian menggenang sekujur

hidupku bermandikan air liur

yang telah begitu lama berhibur takabur

dalam terjaga dan lelapnya tidur

begitu jauh dari tafakur dan sujud syukur…

Ti Ramadhan ka Ramadhan

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 03-09-2008 22:22:50 | Tanpa komentar »

Maha Kawasa Anjeun, ya Robbana
Nu nebihkeun malakalmaot ti umur abdi ayeuna
Abdi puasa kalayan direjekian sagemblengna
Abdi buka kalayan direjekian taya kirangna
Abdi ditangtayungan. Dijaga diraksa. Ditatap diusap
Maha Berehan Anjeun, ya Wahhab

SAJADAH BELUDRU HIJAU

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 03-09-2008 05:49:45 | Tanpa komentar »

AKU masih terduduk di atas sajadah ketika tersadar dari beberapa kejap tidurku. Lembaran-lembaran Alquran masih terbuka di hadapan kakiku yang tengah bersila. Di sampingku, aku melihat istriku yang masih terlelap. Ingin sekali aku mengecupnya, tapi tak berani.
Aku dan istriku tinggal di sebuah kamar kontrakan yang berukuran tidak lebih dari 5×4 meter yang isinya penuh sesak [...]

Serat Mata Luka: Cut Rona

Kategori: Metafora | Dimuat pada: 29-08-2008 18:42:21 | Tanpa komentar »

baru kali ini kurasakan betapa kematian dianggap hal yang sangat biasa. Sejak aku turun dari pesawat, telah kurasakan suasana duka menyelimuti Bandar Udara Blang Bintang. Aku dan Ilham berpisah. Ia akan mencari jejak keluarganya, sedangkan aku mau menelusuri Cut Rona. Sepanjang jalan menuju Lambaro, kusaksikan ribuan jenazah bergelimpangan dengan rona yang sama. Tentu saja aku sangat sulit mencari Rona. Aku pun bingung, kepada siapa mesti bertanya, karena rona-rona wajah manusia pun hampir sama.